Sijunjung – pada saat silaturahmi muhibah tanah air di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Yuswir Arifin mempresentasikan proposal rencana pengembangan Kabupaten Sijunjung, khususnya Nasional Geopark Silokek kepada tokoh nasional asli Sijunjung Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif dan Kementerian Lembaga terkait.

Pemda mengharapkan bantuan dari H. Syafii Maarif untuk mendorong kepada Presiden dan Kementrian/lembaga terkait. Permohonan itu disampaikan Irwan Prayitno melalui pidato kearifan lokal:

Panen padi panen juga kentang
Panen dibawa ke Pasar Lintau
Buya Syafii Maarif sudah malang melintang
Sejak kecil beliau sudah merantau

Memang pelan jalannya delman
Lari kuda memang diredam
Kini melihat kampung halaman
Untuk membangkit Batang Tarandam

Memang ada sembilan Geopark di Sumatera Barat
Tapi tak semua Bupati merespon cepat
Pak Yuswir Arifin tak ingin terlambat
Segera malam ini kita diundang rapat

Tenunan terkenal dari Pandai Sikek
Tenunan indah kainnya halus
Lengkaplah sudah Geopark Silokek
Di sebelahnya ada Nagari Sumpur Kudus

Akhir bulan melihat tanggal
Tanggal satu segera dijelang
Ada Loko yang masih tertinggal
Bukti sejarah yang tak hilang

Nagari Sumpur Kudus dan Geopark Silokek Sijunjung salah satu ranah basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang tidak terpisahkan sebagai mata rantai keberdirian Negara Kesatuan Republik Indonesia bagian sejarah memori kolektif bangsa yang perlu diglorifikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga  Minyak turun karena keraguan perdagangan AS-China, pembicaraan OPEC+

Aspirasi tidak berhenti pada rencana agar Geopark Silokek terdaftar di UNESCO, karena Geopark Silokek sangat diperlukan oleh masyarakat Sijunjung agar potensi kekayaan alam ranah minang dan budaya dapat menyejahterakan masyarakat.

Gambar Rencana Museum dan Perpustakaan Rajo Ibadat yang akan berlokasi di Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumbar (21/07/2018. Dok. Ist)

Menurut Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, dari banyaknya Geopark yang sudah diusulkan, Geopark Silokek memiliki potensi yang unggul, dari segi biologi (lebih dari 45.000 flora dan fauna), sejarah dan budaya (Museum dan Perpustakaan Rajo Ibadat, Rumah Sidang PDRI, makam Willem Hendrik de Greve), dan tentunya geologi (batuan tua berumur 359 juta tahun, patahan-patahan tektonik, 18 goa yang sudah ditemukan)

Dr. Ir. Febrin Anas Ismail lanjut menyampaikan rencana infrastruktur untuk Paru Biodiversity Center, yakni pusat wisata biologi Geopark Silokek, beberapa diantaranya adalah laboratorium, terowongan kaca untuk meneliti jauh ke dalam hutan tanpa bahaya dari pemangsa seperti harimau, dan pemasangan jajaran teropong di pinggir sungai, agar pendatang dapat mengamati fauna yang kerap muncul ke tepi hutan di seberang sungai tanpa mengganggu margasatwa. “Total anggaran semua pembangunan saya sebut sekitar 845 M, yang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan anggaran pembangungan Geopark Danau Toba,” terangnya selaku Ketua Tim Penyusun Geopark Silokek.

Baca juga  Sisa JCH Sumut yang belum berangkat 462 orang

Prof.Dr.H.Ahmad Syafii Maarif pada ceramah umum revolusi mental minggu 22 – Juli – 2018 juga mengapresiasi tata kelola pemerintahan Bupati Yuswir Arifin dan Sekda Zefnihan Sekdakab Sijunjung.