Nusa Dua – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil menghadiri Global Business Summit Federation International des Administratur de Bien-conselis Immobiliers (FIABCI) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12).

Dalam keynote speech-nya, Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa pemerintah saat ini peduli dengan pendaftaran tanah diseluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah menetapkan target pendaftaran tanah.

“Kami memiliki target yakni tahun 2025, seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar,” kata Menteri ATR/Kepala BPN.

Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Kementerian ATR/BPN sedang melaksanakan program PTSL. “PTSL itu adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap,” ujarnya lagi.

“Dalam PTSL kami mendaftarkan persil per persil sehingga nantinya menjadi peta lengkap,” kata Sofyan A. Djalil.

Baca juga  Reformasi Birokrasi: Menjadi Birokrasi Ramah Masyarakat

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian/Lembaga lain dengan DPR RI sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan. Menurutnya, UU Pertanahan sangat diperlukan kendati sudah memiliki Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960.

“Dengan adanya UU Pertanahan nantinya dapat memberikan kejelasan terkait pemberian Hak Milik maupun Hak Guna Bangunan/Usaha bagi orang asing,” ujar Sofyan A. Djalil.

Global Business Summit FIABCI tahun 2018 dilaksanakan di Bali tanggal 6-9 Desember 2018. Forum ini diikuti oleh pengusaha properti diseluruh dunia.