Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan menggelar acara rapat koordinasi camat regional I wilayah Indonesia timur di Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis (30/8) kemarin. Salah satu narasumber di acara rakor tersebut adalah Panglima Kodam Merdeka, Mayjen Tiopan Aritonang. Dalam paparannya, Aritonang menekankan pentingnya sinergi antara TNI dengan unsur pemerintah daerah. Di level bawah, tentu sinergi dengan camat yang merupakan representasi dari pemerintah di tingkat kecamatan.

“Dengan kondisi geografi, sosial dan kultural yang sangat heterogen, Indonesia rentan dengan ancaman instabilitas dan disintegrasi. Padahal pertumbuhan ekonomi yang menjadi indikator utama pembangunan nasional sangat memerlukan kondisi stabilitas wilayah. Disinilah TNI mengambil peran sebagai alat integritasi nasional,” kata Aritonang, di acara rakor camat, Kamis kemarin.

Aritonang menambahkan, merujuk pada UU Nomor 34 tahu. 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 7 ayat (2) poin 8, TNI punya tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yakni memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta. “Poin 9 menyatakan membantu pemerintah daerah,” katanya.

Baca juga  Akademisi ingatkan petani persiapkan benih unggul jelang masa tanam

Maka kata dia, dibutuhkan sinergitas TNI dengan perangkat pemerintah daerah. Sinergi ini sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Di level bawah, tentu yang jadi representasi pemerintahan daerah adalah camat. Sinergi dengan camat, sangat strategis dan penting.

“Disinilah sinergi Forkopimda sangat penting. Sinergi ini dirumuskan dalam tujuan dan sasaran yang akan dicapai guna mengetahui hasil serta terwujud dan terpeliharanya keeratan hubungan segenap komponen pejabat yang ada di daerah dalam usaha membangun kesadaran untuk kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.

Dan kata Aritonang, telah banyak sinergi yang dilakukan dengan pihak pemerintah daerah, mulai dari penanganan bencana, pembangunan kantor tiga pilar, penghijauan, program KB dan kesehatan dan bakti sosial. “Kegiatan lainnya mulai dari melaksanakan Musrenbang, patroli keamanan bersama, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi tentang kerawanan konflik sosial dan lain sebagainya,” katanya. [Agraria Today]