Payakumbuh — Sekretaris BPBD Payakumbuh Agus Rubiono,S.sos mengatakan Payakumbuh dengan tingkat kerawanan bencana paling rendah,  selalu memposisikan diri sebagai daerah penyangga pada saat terjadinya bencana besar di Sumatera Barat.

“Jika bencana besar terjadi di pusat pemerintahan Sumbar, maka kota dan kabupaten akan mengalami kelumpuhan. Kota Payakumbuh yang berfungsi sebagai penyangga harus siap dan terampil untuk mengatasi bencana yang terjadi, maka diperlukan pelatihan bagi Komunitas Siaga Bencana sebagai perpanjangan tangan BPBD” ujarnya.

Hal itu ia ungkapkan saat ditemui di ruanganya di ex Kantor balai kota bukik sibaluik,kamis(28/3)

Agus menambahkan Baru-baru ini telah diadakan survei ke kelurahan berkaitan dengan angin puting beliung yang sering menimpa beberapa daerah di kota payakumbuh. Berkaitan dengan kondisi pohon,lereng dan bukit yang menimbulakan bencana  kami langsung terjun ke lapangan dan melihat situasi yang ada. Selama 3 hari ini kami bersama perangkat daerah kelurahan labuah basilang dan LPM  terjun ke lapangan melihat pohon- pohon mana saja yang dianggap dan dapat menimblkan kerusakan atau bencana.

Lebih lanjut agus mengatakan ada 3 wilayah rawan bencana di payakumbuh yaitu di Kecamatan Latina tepatnya di kelurahan parik muko aia, kecamatan payakumbuh timur kelurahan tanjung enau dan di kecamatan payakumbuh utara Padang alai bodi. Ketiga daerah ini merupakan daerah yang apabila volume hujan tinggi, maka 3 daerah inilah yang sangat rawan sekali banjir.

Baca juga  BPK RI Sumbar Akan Monitor Kinerja Pemkot Payakumbuh Dalam Bidang Pendidikan

Kami dari BPBD berharap dengan Adanya ADK (alokasi dana Kelurahan) dari pemerintah, kami mengusulkan masing-masing kelurahan membuat kegiatan sosialisasi terhadap penanggulangan bencana untuk memberitahukan kepada  masyarakat langkah cepat apa saya yg harus dilakukan ketika terjadi bencana alam. Selanjutnya kami berharap adanya pengadaan peralatan seperti sinso dan mesin potong rumput di kelurahan. Jika ada bencana  dalam skala kecil,cukup dengan tenaga yang ada di kelurahan dan bantuan masyarakat setempat dapat dengan cepat mengatasinya,”ujar agus

Ditemui ditempat berbeda, Kepala BPBD kota payakumbuh Ir.Yufnani Away,MM memgatakan Program upaya penanggulangan bencana yang dilakukan BPBD Kota Payakumbuh adalah Pembentukan dan Pelatihan KSB ( Kelompok Siaga Bencana) yaitu program berbasis komunitas dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang bisa muncul di lingkungannya. Sampai saat ini sudah ada 25 kelurahan yang sudah membentuk KSB. Kedepannya kita berharap seluruh kelurahan yang ada di kota payakumbuh dapat membentuk KSB juga.

Ia mengatakan walaupun tanggung jawab akhir dari penanggulangan bencana terletak di tangan pemerintah, namun keberhasilan penanggulangan bencana tak terlepas dari peran serta secara aktif dunia usaha dan masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga  Perhatian terhadap Karate, Riza Falepi Diberi Sabuk Hitam Kehormatan

“Ketiga unsur ini harus memainkan peran aktif merencanakan berbagai upaya penanggulangan bencana, peran serta semua unsur lebih ditekankan para keterlibatan semua unsur yang ada dalam masyarakat yang terorganisasi dalam lembaga usaha, baik dalam perencanaan, perencanaan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penanggulangan bencana yang dilakukan.

Yufnani berharap kedepannya seluruh KSB bersama masyarakat  bisa untuk satu pemahaman, bagaimana BPBD sebagai komando penanggulangan bencana di Kota Payakumbuh bisa berkomunikasi dengan masyarakat demi Terwujudnya KETANGGUHAN masyarakat payakumbuh dalam menghadapi Bencana sehingga dapat Bangkit dan memiliki kemandirian menuju masyarakat sejahtera.